Tampilkan postingan dengan label Favorite. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Favorite. Tampilkan semua postingan
Bloklimasatu.com - Hai, Assalamualaikum wr wb. Apa kabar kalian semua? Tentu baik-baik saja bukan? Semoga begitu adanya. Bagaimana puasanya sampai saat ini, lancar, semoga. Ada rencana apa lebaran nanti selain berlebaran dengan keluarga dan tetangga? Ada niatan untuk reuni? Atau silatnas gitu?
Undangan SILATNAS IKPA ASSALAM 2019
Nah, pada kesempatan kali ini, mimin bakal ngasih contoh surat undangan silatnas atau silaturrahmi Nasional, atau reuni lintas generasi.

Inilah contoh undangan silatnas.

|
v
PANITIA REUNI AKBAR
IKATAN KELUARGA PONDOK PESANTREN ASSALAM
BANGILAN – TUBAN – INDONESIA
Jl. Raya Bangilan No.01 Bangilan Tuban Jawa Timur Kode Pos 62364

Bangilan, 29 Mei 2019

Nomor : 003/ PRA. IKPA / VI/ 2019 Kepada Yang Terhormat
Lamp. : - Ust/Usth. .........................
Hal : Undangan Di-
Tempat




Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Bismillahirrohmanirrohim

Salam silaturrahim kepada segenap ustadz/ ustadah Ponpes ASSALAM Bangilan Tuban. Berkenaan dengan adanya acara Reuni Akbar Ikatan Keluarga Pondok Pesantren ASSALAM (IKPA) Bangilan Tuban, kami mengharap kehadirannya besok pada :

Hari/tanggal : Senin, 10 Juni 2019
Waktu : 08.00 – selesai
Tempat : Ponpes ASSALAM Putri Bangilan Tuban

Demikian undangan ini kami sampaikan, harap maklum adanya dan atas perhatian serta kehadirannya kami sampaikankan banyak terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.


Panitia Reuni Akbar IKPA
Ikatan Keluarga Pon- Pes ASSALAM
Bangilan Tuban

Ketua IKPA Ketua Reuni Akbar

Moh. Marwan, S.Pd.I Sutrisno, S.Pd


Mengetahui
Pondok Pesantren ASSALAM
Bangilan – Tuban
Pengasuh


KH. Yunan Jauhar, S.Pd. M.Pd.I

Atau bisa didonwload di bawah ini
Bloklimasatu.com - Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan, banyak masyarakat yang bekerja di kota kota besar ataupun luar pulau bahkan luar negeri yang mudik besar besaran ke kampung halamannya untuk bertemu dengan sanak keluarga dan sahabat dekat. atau sekedar memanfaatkan waktu libur guna merefresh pikiran dan otak dari kepenatan pekerjaan.
Contoh Undangan Bantuan Konsumsi kegiatan Kirim Do`a dan Buka Bersama - bloklimasatu.com
Waktu waktu seperti ini sering digunakan untuk bertemu dengan teman-teman dan keluarga dengan memanfaatkan moment waktu berbuka. Dalam acara- acara seperti ini biasanya juga sering diselipi dengan acara sosial, seperti bagi takjil, kirim, doa, ataupun santunan anak yatim.

Dari gagasan acara seperti ini, tentu membutuhkan akomodasi yang tidak bisa disepelekan terlepas dari pendanaan yang juga harus cukup. sebut saja undangan. Bila tidak ada yang mengurusi hal ini, tentu akan terasa aneh bila suatu acara diadakan tanpa adanya undangan.

Berikut ini adalah contoh undangan bantuan konsumsi kegiatan kirim doa dan buka bersama di musholla at-Taubah Dukuh Ngrayung Desa Kedungharjo Kecamatan Bangilan Kabupaten Tuban.

-----------------------------------------------------
-----------------------------------------------------


P A N I T I A  R A M A D H A N 1439 H
MUSHOLLA “AT-TAUBAH”
Sekretariat: Musholla At-Taubah, RT.01 RW.05 Dukuh Ngrayung, Desa Kedungharjo Kecamatan Bangilan 62364 Tuban

                                                                                   Kepada
                                                                         Yth. Bapak/ Ibu/ Sdr (i)
                                                                                   Di_
                                                                                                Tempat



 “Apabila anak Adam telah meninggal, maka putuslah amalnya kecuali tiga perkara: Shodaqoh JariyahIlmu yang Bermanfaat dan Anak Sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya”. (Al Hadits)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Puji syukur Alhamdulillah kita haturkan kehadirat Allah SWT, karena sampai saat ini kita masih diperkenankan bertemu dengan Bulan Suci Ramadhan 1439 H, bulan yang sangat kita nanti-natikan kehadirannya. Selanjutnya dengan ini kami atas nama Panitia Ramadhan Musholla At-Taubah Dukuh Ngrayung Desa Kedungharjo bermaksud memohon bantuan konsumsi untuk kegiatan Kirim Do`a dan Buka Bersama pada:

Hari                            : Rabu
Tanggal                      : 13 Juni 2018
Waktu                        : 16.00 WIB / Jam 4 Sore
Jumlah                       : 10 Nasi Bungkus

Demikian permohonan kami ini kami ajukan. Atas keikhlasan dan kesediaan Bapak/Ibu kami ucapkan terima kasih. Semoga Amal Ibadah Bapak/Ibu diterima Alloh SWT. Amin.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Mengetahui
A/n. Pengurus Musholla At-Taubah
SYIHABUDDIN


-----------------------------------------------------
-----------------------------------------------------

Demikianlah Contoh Undangan Bantuan Konsumsi kegiatan Kirim Do`a dan Buka Bersama. Semoga bisa bermanfaat bagi sahabat semua.


Bloklimasatu.com - Dalam rangka memeriahkan bulan Ramadhan 1438 H, masyarakat Kecamatan Bangilan Kabupaten Tuban Jawa Timur mengadakan lomba tongklek yang diinisiasi oleh pemuda NU Kecamatan Bangilan pada tanggal 10 Juni 2017 bakda Tarawih.

Meski nomor urut pertama baru berjalan sekitar pukul 21.00 WIB lebih, masyarakat yang antusias menonton sudah berjajar rapi sedari jam 20.00 WIB. tidak hanya muda mudi yang dengan rapi sudah memarkir kendaraannya di area kosong pinggir jalan, anak-anak dan orang tuapun tidak ketinggalan.

Bahkan bapak beranak 3 yang berdomisili di Kecamatan Singgahanpun menyempatkan waktunya untuk menyaksikan acara ini bersama sahabat karibnya. "Saya sangat mendukung acara positif seperti ini. Kalau bisa tahun depan pesertanya ditambah dan panitia lebih merapikan jalanan dengan bekerjasama dengan pihat terkait, agar penonton bisa gayeng menikmati tontonan ini." jelas Kang Dim.

Melaju dari perempatan Desa Ngrojo, dengan melewati desa Weden, Desa Sidokumpul, Desa Kedungharjo, Desa Bangilan, dan berakhir di Desa Sidodadi Kecamatan Bangilan sekitar pukul 23.00 WIB.

Meski bersifat hiburan, panitia tetap menyediakan penghargaan bagi peserta terbaik. diantara diberikan kepada ponpes Assalam 2 sebagai juara 1, Ponpes Assalam 1 sebagai juara 2, dan Desa Sidokumpul sebagai juara 3.

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada video di bawah ini. Jangan lupa di like, Koment, dan Subscribe.




Bloklimasatu.com - Sebelumnya ane mau cerita dulu ya gan. Sejak dari sekolah sering dapat tugas baut ngerekam atau record pidato pimpinan pesanten. mulai dari kaset pita, sampek menggunakan komputer. karena dulu memang masih sangat minim fasilitas dan pengetahuan. Hasilnyapun maish sangat sederhana. apa yang diterima oleh alat perekam, itulah hasil akhirnya.

Sampai pada suatu saat ada permintaan dari pimpinan pesantren buat mengganti kalimat yang salah. bingungnya setengah mati. disamping yang nyuruh adalah pimpinan pesantren, tugas yang diberikan beliaupun merupakan tugas mulia bagi setiap siswa.



Bertanya dari satu teman ke teman lain tidak menemukan jawaban. Namun tidak menyerah, sampai punya inisiatif baut ke tempat tukang shoting, yang saat itu tempatnya lumayan jauh, tepatnya di Kabupaten Bojonegoro, sementara saya tinggal di pelosok Kabupaten Tuban Jawa Timur.

Alih-alih bisa mendapatkan softwarenya dengan gratis, belipun tak dikasih. bahkan melihat prosesnya saja tidak bisa. Mungkin karena dari situ dia mendapatkan rupian, itu pula yang menjadikan semuanya serba dirahasiakan.



Dalam perjalanan pulang pikiran semakin kacau, yang menjadikan harus berhenti sejenak buat rehat dan sholat asar kala itu. Namun justru disinilah jalan keluar itu ada. Di depan Masjid ada papan toko yang bertuliskan Warnet. Nah dari situlah saya menemukan jawabannya meski dengan biaya yang lumayan waktu itu. Dan akhirnya usaha jasa semacam pula yang saya geluti 5 tahun terahir dengan nama Warnet SOYA Intermedia.

Oke, ceritanya cukup dan sekarang kita masuk pada tutorialnya, yaitu Tutorial Cara Edit Suara Dengan AVS Audio Editor

1. Silahkan Download aplikasinya dan install di komputer.

2. Buka, dan siap untuk melakukan editing.

3. Fitur
a. Recoring
b. Editing
c. Meberi efek
d. Mixing
e. Dan masih banyak lagi fitur-fitur lain.



Caranya cukup simpel. Semua fitur sudah disediakan dan pilih new, dan lanjut sesuai keinginan.

Bila ada yang kurang jelas, bisa didiskusikan di kolom komentar.


Bloklimasatu.com - Setelah kemarin Blok 51 menjelaskan tentang Cara Mudah Transfer File Foto Video Dari Android Ke Komputer Tanpa Kabel, kali ini kami akan berbagi mengenai Cara Backup Dan Restore Aplikasi Android Beserta Datanya.

Mungkin dari prakata di atas ada sebagian warga Blok 51 yang belum begitu jelas apa maksudnya. Nah, jadi begini. terkadang karena rusak, atau kapasitas memory yang terbatas, kita dipaksa untuk menghapus beberapa aplikasi yang sudah terinstal di android kita. dan celakanya, yang paling disarankan adalah aplikasi dengan kapasitas besar dan meruapakan aplikasi kesukaan kita.

Maka dari itu Blok 51 tanpa panjang lebar lagi akan membagikan aplikasi yang bernama Titanium Backup yang bisa kalian download di playstore.

Berikut adalah langkah-langkahnya.

1. Setelah aplikasi terinstall di android, silahkan buka dan lanjutkan dengan memberikan akses rootnya


2. Pilih salah satu aplikasi yang akan dibackup dengan menyentuh iconnya


3. Ada banyak pilihan disana. Pilihlah bagian BACKUP


4. Pilih UNINSTALL untuk mengembalikan aplikasi terpasang di android kita


5. Jika diperlukan kembali aplikasi ini bisa diinstall kembali dengan menekan ikon aplikasi yang dimaksud dan memilih RESTORE. Maka aplikasi akan kembali seperti semula lengkap dengan datanya. tanpa harus download lagi ataupun meng-Updatenya.



Demikian penjelasan singkat mengenai Cara Backup Dan Restore Aplikasi Android dan Data Dengan Titanium Backup. Semoga bermanfaat.


Bloklimasatu.com - Malam ini Blok 51 akan berbagi aplikasi dan informasi atau trik cara mudah transfer file dari android ke komputer tanpa harus ribet meskipun dengan HP yang terbilang murah, Apalagi di HP yang mahal deng fitur dan kekuatan yang yang lebih tentunya. File yang ditransfer bisa berupa foto, video, ataupun file-file lainnya.

Di samping mentransfer file dari android ke komputer, kali ini Blok 51 juga akan membagikan aplikasi yang bisa digunakan untuk mentransfer file dari komputer ke android, dan uniknya aplikasi ini tidak membutuhkan kabel usb untuk menghubungkannya.

Baiklah, biar tidak terlalu lama monggo disimak penjelasannya secara singkat.

1. Silahkan download aplikasi dari playstore





2. Setelah aplikasi terunduh, silahkan buka

3. Setelah terbuka, nyalakan laptop atau komputer dan bukalah browser andalan anda dan tulislah IP yang tercantum di android anda dengan diikuti :8888 dan tekan ENTER

4. Maka di layar android akan muncul pemberitahuan untuk menerima permintaan dari komputer. maka pilihlah yang ACCEPT jangan yang REJECT

5. Nah, setelah proses di atas selesai, anda bisa mengirim file dari android sesuka hati anda dengan menekan tombol DOWNLOAD pada file yang diinginkan.

6. Atau memindah file dari komputer ke android dengan cara men-drag (menggeser) file yang dinginkan.

Buat kamu yang ingin tahu lebih banyak mengenai informasi tentang HP apapun, dengan ulasan yang sangat lengkap bisa membuka situs situs berikut. dijamin puas mendapatkan reviewnya.



Bloklimasatu.com - Senja itu telah memudar, dan dunia kunang-kunang perlahan menampakkan eksistensinya. Desiran angin gunung semakin memanjakan setiap hembusan penghuni lembah cinta. Aroma khas belerang seperti obat nyamuk yang memeluk kulit-kulit yang semakin menggigil, tak terkecuali Blind yang semakin akrab dengan tempat tidur barunya. Beralaskan klaras dan berselimut pandan wangi mengantarkannya semakin pekat dalam mimpi. Gesekan-gesekan bulu jangkrikpun serasa violist sedang asyik memainkan nada pengantar tidur, nikmat sekali rasanya. Oh tidak, tidak senikmat itu rupanya. Sedikit demi sedikit langit mulai mengencingi ibu jari kakinya yang terlewat dari daun pisang kering yang menyelimuti tubuhnya. basah, dan semakin menjalar hingga membasahi pantatnya. Sepertinya langit malam sedang kesepian, ia tahu ada seonggok daging bernafas sedang memamerkan kenyamanan di tengah kerja kerasnya memikul jutaan manik-manik malam.

“Oh, jahat sekali kau malam, tak tahukah sepanjang langkahku habis untuk menjaga kenyamanan tuanku menghamburkan uang untuk lampu hias, taman bunga, monumen-monumen nirmakna, atau sekedar mengecat ulang patung pria yang dianggapnya ayah, dan tahukan kau, itu palsu. Biarkanlah aku sejenak bernafas normal.” Kesalnya sambil ia nayalakan sebatang rokok dan bersandar dalam apitan akar kepoh sambil menikmati sisa-sisa mimpinya.

Sepertinya langit sedang anyang-anyangan, tak hentinya ia mengencingi beberapa bagian tubuh Blind yang semakin tersudut tanpa bisa menghindar alirannya. Dan di tengah-tengah himpitan air, suara jangkrik, dan gesekan daun ploso yang tersapu angin terdengar sayup-sayup teriakan perempuan dari gubuk seberang. Secepat kilat ia singkirkan daun-daun yang menali simpul tubuhnya, ia lempar rokok di jari yang baru terpakai beberapa hisapan, dan berlari tunggang langgang menghampiri sumber suara tadi.

“Bangsat kau Haikal! kau memang kotor, tak seharusnya kau menodai air lembah cinta ini dengan bau busukmu itu, menjijikkan!” bentaknya sambil menendang pantat Haikal sekuat tenaga tanpa memberi kesempat untuk menghindar, dan Haikalpun terjengkal dan jatuh dari atas gubuk bersimbah lumpur. Hampir saja Blind turun dan menenggelamkan tubuh cungkring itu ke dasar bumi jika Meylinda tak melarangnya.

“Sudahlah Blind, tak perlu kau benamkan ia ke dalam lumpur itu, ia sudah terlalu jauh terbenam dalam imaji atas nikmati kulitku, dan aku masih baik-baik saja selain bercak liur yang dulu sempat ku bayang madu.” Sengguknya seraya menenangkan Blind yang masih menggetar kepal dengan sejuta amarah.

Keheningan dalam gubuk terasa makin menyuntuk kala tak sepatah kata terletup dari mulut Blind, dan Maylinda masih sesenggukan dalam getar sembari membenahi rambut yang sempat berserakan.

“Kau masih seperti biasanya saja, tak adakah sedikit welasmu untuk wanita yang tersungkur dalam temaram ini? Tak ada tuanmu disini, dan kau tak perlu lagi bersikap seperti paspampres yang sedang mengawal ndaranya.” Hanya suara korek api yang membakar lintingan tembakau sambil melenturkan kaki Blind menggantung dari atas gubuk.

“Jika hanya tubuh dan bau asap rokokmu itu yang menemaniku, apa bedanya dengan mayat, hantupun tak akan tertarik untuk mendekatimu”. Sambil menggeserkan posisi duduknya ke pojok bangunan reot berkaki empat itu.

“Sepertinya memang kau tak pernah teratarik dengan lawan jenis, atau mungkin mungkin hanya menjadikan kami para wanita ini sebagai gula dalam kopimu yang memang hambar atau mungkin pahit, sma seperti tuanmu? Entahlah, memang aku tak pernah merasakannya. Bedanya dia punya puluhan bahkan mungkin ratusan toples gula yang menjadikan wedangnya manis, dan kau apa? Menjadi seperti Haikal aja tak mampu.” Masih tak ada gerakan dari mulut Blind, dan Meylinda mulai melepaskan kebayanya yang sempat basah.

“Jangan kau paksa aku untuk mematahkan sayap bidadari yang sempat baku berikan padamu, aku tak akan pernah menjadi anjing lapar yang merampas makanan tuannya di atas meja. Jadi, rapikan kenakan kembali kebaya itu, setelah ini kita akan melanjutkan perjalanan.”

“Oh, suci sekali kau ini. Aku tak tersanjung, ini hinaan terdahsyat yang pernah terucap dari mulut berasapmu.”

“Turunlah, mari tinggalkan tempat keparat ini. Kereta api menuju Jatirogo akan lewat sebelum jam 7 pagi jadi jangan sampai tertinggal, atau aku tak sempat membelikanmu baju baru, dan arwahku akan bertemu dengan hantu-hantu sebelumnya.”

Perjalananpun dimulai melewati gerumbulan hutan dan petakan sawah-sawah yang tak terurus, licin, dan tentu banyak hewan melata berkelian. Sepertinya angin memang tak mau diajak berkawan, deburan kabutpun terusir angin utara yang semakin menusuk tulang dinginnya.

“maukah kau menggendongku? Sendi-sendiku terasa beku, aku tak sanggup melanjutkan perjalanan ini. Dan jika kau masih bertahan dengan egomu, tinggalkanlah aku disini dan pergila dengan kereta pasir itu sendirian. Meski anjing-ajing yang mulai berkeliaran itu mencabik-cabik tubuhku, atau ular-ular lapar itu mematuk kaki, aku tak peduli. Karena satu-satunya manusia yang mengagumiku sudah kau hempaskan dan tau sudah berapa anjing yang siap menerkamnya. Dan kau, sepertinya juga tak jauh beda.” Dan tanpa basa basi Blindpun membopong keri kecil itu dari belakang yang memang sedari tadi membuntuti dari belakang, dan Meylindapun tertidur.

Bersambung.....

Bloklimasatu.com - Mentari belum sepenuhnya memancarkan sinarnya, Namun kicau burung sudah saling bersautan menemani ibu-ibu mempersiapkan sarapan pagi untuk anak dan suami mereka. Jalanan yang masih pekat dengan embun samar-samar mulai pudar seiring hentakan sepatu pegawai dan anak sekolah, para mahasiswa dengan roda duanya.

Tak akan ada yang menyangka bagaimana dulunya kota kecil nan jauh dari hiruk pikuk ibu kota ini bisa lebih maju dan higienis dan seluruh kota di dunia. Bagaimana tidak, hampir tidak ada polusi dudara ataupun limbah di tempat ini, pun dengan pengangguran. Setiap tenaga manusia tercurah untuk setiap industri yang dikerjakan, semua menggunakan tenaga manusia dan bahan-bahan dari alam yang tidak memiliki dampak berbahaya untuk masa depan. Tak ada deru mesin jalanan yang menyaingi suara guru sedang memberi penjelasan kepada siswanya, hanya andong yang sesekali lewat, tidak untuk mengambil sampah dari depan rumah warga, tetapi petugas kecantikan taman, yang merapikan atau mengganti tanaman atau bunga yang mulai tua di sepanjang jalanan kota.

Pemerintah kota tidak menutup diri terhadap perkembangan teknologi dan insutri mekanik, bahkan banyak dari tim ahli di perusahaan-perusahaan besar di di negara lain menginjak tanah pertama kali di kota ini, akan tetapi kesadaran warga yang sudah dipupuk dengan sistem kepemimpinan yang sudah berjalan secara turun temurun.

Ya, kemajuan kota dari sisi ekonomi, teknologi, manusia, maupun alam yang selalu dijaga ini tidak lepas dari sosok Karna. Sosok pria sederhana dari keluarga yang tak seorangpun mengira akan menjadi pencetus sistem pemerintahan terbaik di dunia. Bagi penduduk kota ini, Karna adalah manusia terbaik yang tumbuh dari keluarga terbaik yang dikirim Tuhan untuk memberi tanda kuasa Tuhan tidak diberikan berdasarkan keturunan saja. Kerja keras, ketaatan, doa, dan usaha orang tuanya.

Bagi Karna ketaatan adalah pegangan utama untuk menjadi manusia sesungguhnya. dan itu dibuktikan dengan sabar dan taatnya dia mengikuti perintah eyang guru. Delapana tahun tidak sedikitpun mendapat pelajaran kanuragan dari sang eyang. Ilmu yang didapat hanyalah mengambil air di belakang padepokan Wilujeng Raharja untuk mandi para murid dan mengurus tanaman di sekitar padepokan.

Langkahnya untuk memajukan kota menjadi pusat belajar dan perekonomian negara tidak serta merta jadi. Halangan yang begitu besar datang silih berganti.Setelah Eyang guru meninggal, wasiat terahirnya adalah Karna sebagai pewaris padepokan yang setiap titahnya wajib ditaati setiap penghuni kota. Pimpinan padepokan adalah pemimpin kota. Empat puluh hari berlalu, padepokan dan sekitarnya terlihat seperti kota mati, sampai segerombolan orang datang dengan pakaian dan kendaraan serba mewah yang dipimpin seorang wanita mengaku sebagai anak eyang guru dan menagih warisan dari ayahnya.

Memang berdasarkan cerita, eyang guru memiliki sepasang putra putri, namun setelah dewasa dengan ilmu kanuragan yang cukup muncul rasa jumawa dan meninggalkan padepokan, karena baginya sudah tidak ada lagi tantangan di kota kecil dengan bau belerang dimana-mana.

Seluruh warga bingung dengan kondisi ini, "Bagaimana mungkin seorang perempuan akan memimpin kota yang pernah ditinggalkannya, sementara dia pergi saja karena jijik dengan kota ini, bisa-bisa nanti kota ini dijual dan kita akan merasakan yang namanya menderita". ujar Munir yang memang didakwa sebagai lurah.

Munirpun berinisiatif mengumpulkan seluruh pimpinan desa dan pemuka agama untuk mencari solusi dari benih pertikaian yang mulai tumbuh, dari hasil musyawarah, Karna adalah pewaris sah padepokan Wilujeng raharja dan berhak memimpin kota sementara keturunan laki-laki dari eyang guru tidak tahu kemana. Namun baru saja keputusan itu dibacakan, datang seorang pria setengah baya dengan wajah mirip eyang guru. semua terperanjat, takut, kaget, bahkan ada yang menyangkan eyang guru terlahir kembali dengan sosok yang lebih muda.

"Aku Ludira, pewaris utama eyang guru. aku kesini tidak untuk mewaris kepemimpinan atas padepokan dan kota ini, aku hanya ingin mengambil pusaka pedang catur jiwo milik bapakku".

Tak seorangpun berani berbicara kecuali pria setengah meter dengan rambut yang lebih panjang dari ukuran tubuhnya, Munir. "Mari ku antar ke padepokan, mungkin Karna bisa mebberi penjelasan" ujarnya.

Ludira pun bergegas menuju padepokan dengan kuda hitamnya yang gagah.

Tanpa basa basi langkahnya tertuju ke saung utama dimana eyang biasa merebahkan badan dan menemui para tamunya yang Ludurapun sebenarnya belum pernah memasuki ruangan itu. Ia terheran dengan pemandangan yang dilihatnya, tak ada aroma mistis ataupun senajata pusaka, hanya buku-buku tebal tertata rapi dari ujung pintu satu ke ujung pintu lainnya. "Kang Ludira, ada yang bisa saya bantu?" sapa Karna.

"Kau pasti karna. Tenang, aku kesini tidak untuk merampas kepemimpinan yang diberikan bapak kepadamu atas padepokan dan kota ini, aku hanya ingin pusaka bapakku, kau tentu tau yang aku maksud." sergah Ludira.

Karna mulai bingung bagaimana memberikan jawaban yang tepat agar tidak tersinggung dan marah. Sementara ia tahu dari eyang guru pusaka pedang carur jiwo hanya sebuah istilah, bukan sebuah benda.

"Aku mengerti kakang, benda itu disimpan eyang di dalam ujung goa bawah air terjun belakang padepokan. untuk memasukinya kau harus bertapa empat puluh hari empat puluh malam, dan kau hanya boleh makan saat matahari itu tak terlihat. Tentu kau mengerti maksudku". Jelasnya.

"Oh, ternyata begini caramu Dira. kau masih saja bodoh dan tidak bisa bermain cantik untuk mendapatkan yang kau inginkan, kau tetaplah pria bodoh Ludira. Dan kau Karna, kau tidak sopan memberikan rahasia bapak kepada anak ingusan ini tanpa membertahuku dulu sebagai keturuanan pertama bapak." potong Minawati yang sedari tadi mengintip dari luar.

Hampir saja pertikaian besar terjadi, karena Ludira menjawab hinaan kakaknya dengan kilatan pedang yang siap menebas leher kakaknya itu. pertikaianpun terjadi. Saling adu kanuragan tak bisa terelakkan. Ditengah perkelahian satu darah itu Krna berujar, "Teruslah berkelahi dan saling bunuh, karena 40 hari ke depan aku yang akan mendapatkan pusaka itu tanpa halangan berarti." dan merekapun menghentikan perkelahian yang sedang seru-serunya dan beralih beradu cepat menuju bawah air terjun yang sedang deras-derasnya, dan mereka mulai membuat tempat pertapaan.

Baru tujuh hari merasa tenang dari gangguan anak-anak eyang guru, berita duka datang dari kampung halaman Karna, kedua orang tuanya ditemukan meninggal bersimbah darah dirumahnya. emosinya memuncak, tiraninya berkuasa, ingin rasanya ia membunuh pemilik gelang emas yang ditemukan dalam genggaman ibunya, dan semua orangpun tahu siapa pemilik perhiasan itu.

pikirannya berkecamuk, antara air mata dan dosa, antara dendam dan balas jasa. hampir setiap jam ia memantau perkembangan dua gubuk kecil di samping air terjun, dan memang minawati memiliki strategi yang cerdik, bahkan licik dibanding adiknya, Ludira. Ia memilih tempat teraman dan terdekat disamping mulut goa, sementara Ludira tepat dibawah aliran terjun, yang jika terjadi banjir bandang, ia akan karam bersama gubuknya.

Tepat seminggu sebelum empat puluh hari sepeninggal orang tuanya, karna dikagetkan dengan ramai sorak sorai warga dari arah air terjun. Ia pun bergegas kesana, dan puluhan warga sudah berkerumun menonton pertunjukan yang tidak wajar. Sepertinya Karna datang terlambat, sesampainya di air terjun kedua anak eyang guru itu telah terkapar dengan pedang tertusuk di ulu hati masing-masing.

Warga yang tadinya tak berani mendekat, karena kedatangan Karna segera menolong mayat keduanya, namun belum sampai mayat dipegang, terdengar gemuruh yang begitu dahsyat yang diketahui warga sebagaia tanda datangnya banjir bandang kiriman dari kota sebelah. Wargapun berhamburan meningalkan lokasi. Benar saja, air bah menggerus gubuk dan dua tubuh tanpa nyawa tanpa tahu dimana bermuara.

Bloklimasatu.com - Apa yang terjadi malam itu seperti tumpukan sampah. kotor, bau, berantakan. setiap hisapan nafas yang ada hanya sesak, pusing, ingin muntah. Pun begitu dengan apa yang berkecamuk dalam dadaku, dalam kepalaku.

Dua pasang bola mata yang selalu meneduhkan, bibir tipis yang menggumamkan rindu itu kembali datang mengusik. Ya, kedipan-kedipan teduh itu tak terlihat lagi, hanya rintikan air yang tak lagi mampu terbendung. Bibir tipis yang selalu mengungkapkan kemanjaan, lenguhan, bahkan ketusan itu tak lagi tersungging.

Aku duduk di kursi sofa ruang ini. Hampa, berantakan, dengan meja-mejanya yang tak lagi terkemoci, lantai putih yang tak lagi terpel dengan aroma terapi yang biasanya kau sempatkan waktu untuk membasuhnya sebelum tapak-tapak bising berdasi menggenggam kayu bertulis 1 sampai 100. Di meja baris ke dua itu aku biasa menumpuk buku-buku dan pena merah. Dan setiap jam 20.30 aku mengencaninya untuk sekedar memberikan kenang-kenangan bertulis jayyid, jayyid jiddan atau bahkan mumtaz. sebuah tanda yang nanti akan mejadi nostalgia dua atau tiga tahun yang akan datang seperti yang kau cubitkan di pinggangku malam ini. Sebuah cubitan atas godaku dengan nilaimu yang tak menyentuh angka maksimal, meski hanya tertuang dalam satu atau dua kata berbahasa arab saja.

Aku tak begitu mengenalmu sebelumnya, apa lagi memperhatikan terlalu jauh, karena yang ku tahu kau adalah bayangan dari kerudung merah yang selalu tersenyum untuk setiap tamu yang datang. Kau adalah telik sandi saat baju biru tertangkap segerombolan pasukan istana. Aku tidak gugup apalagi takut. Bahkan aku menikmati setiap kekhawatiran akibat dari tindakanku malam itu, dan aku lupa bahwa kau hanya sebuah bayangan si hidung tungku.

Kau laksana operator seluler yang selalu mengingatkan isi perutku sudah mulai kosong. Kau adalah sapu tangan saat jari-jariku mengiramakan piano kesedihan, dan kau menyeka rintikannya. Aku tidak risih meski ratusan pasang mata mengintip dari sela-sela cendela kaca yang seakan menutupi. Tapi itu bohong, macam bohongku atas rasamu yang tertutup kerudung merah.

Ku rebahkan tubuhku di sofa panjang dimana kau memelukku erat di keremangan malam, saat hanya satu atau dua pasang kaki yang sesekali melintasi. Malu rasanya bila sampai anak-anak baru yang tiba-tiba memenuhi ruangan ini melihat kesembaban mataku.

Ku pejamkan mataku dan mulai ku dengarkan lagi kesukaanmu, dan aku tertidur. Samar-samar aku mendengar dering telepon; kau jatuh di depan rumah seorang kawan lama. banyak darah kau terpejam, dan sesekali kau lontar senyum dalam boponganku. Pekat sekali mata ini, sepertinya kopi mak Konah tadi pagi tidak begitu berimbas pada begadangku semalam. Ku hubungi orang tuamu, ku pastikan semua baik dan aku terbangun. Aku bermimpi, mimpi pada masa lalu yang kembali muncul dalam desktop otakku.

Kita sudah sangat sering bertemu, saling curi pandang, saling ejek, dan kita kenal, sampai semua sesak di dadamu tak lagi mampu kau tahan. Dalam derai bahagia kau curahkan rasa, aku tak peka. Diruang kecil samping toilet itu aku lupa telah berani memelukmu, menciummu, mengusap setiap peluh yang membasahi serakan buku laporan yang baru saja kau rapikan. Aku menangis, tapi itu bahagia.

Satu setengah tahun nuansa bening berhias pelangi itu ku sadak. Sampai beruang berbulu ungu itu kau bakar dan kau tulis surat terakhir dalam gerimis tahun baru cina dua tahun silam, dan kau tetap ada. Ada dalam setiap kuncup padi yang menanti mentari dalam petak sawah hatiku.