Pengalaman Pertama Di Pondok

Jum’at 15 juli 2016 adalah hari pertamaku masuk pesantren. Ba’da dhuhur ku sampai tujuan dengan perasaan campur aduk sedih dan senang melebur jadi satu wkwk.
Aku diantar oleh ibu mbak dan kakak sampai tetangga ku juga ikut mangantarkan ku. Saat ku masuk kamar yang berukuran tidak begitu besar dan tidak begitu kecil yang cukup untuk 50 anak, subhanallah sempit sekali ternyata; (dan sekian lama menunggu almari yang belum datang akhirnya sampai juga, kakakku yang mengangkatkan almari untuku, setelahnya mbaku mulai merapikan pakain dan barang-barangku di dalamnya. 
Sampaii menjelang maghrib keluargaku di sana menunggu ku sampai benar-benar yakin untuk di tinggalkan huhu(terhara;)dan akhirnya mereka benar-benar pergi sampai pada hari sambangan menanti. 
Di kamar yang baru ku tempati ku merasa asing karena dari desa ku hanya aku yang mondok disana, mulai dengan suasana baru teman baru dan ketua kamar yang bertugas sebagai orang tua kita.perkenalan adalah acara pembukaan dalam malam pertama di pondok mulai nama sampai tempat asal mereka pun ditanya  seperti kata pepatah”tak kenal maka tak sayang” namun setelahnya ku masih malu- malu untuk sekedar bertukar sapa dengan teman samping almariku, tapi bagaimana lagi jika aku tidak punya teman nantinya? Akhirnya ku mulai memberanikan diri untuk memberi sapa sampai mengajak antri bersama dan hari demi hari aku semakin akrab dengan teman-teman sekamar (senangnya!! ) santri indonesia
Masuk pada hari di mana santri baru harus mengikuti test ujian untuk menentukan dimana kelas yang akan di tempati,test ujian tersebut dilaksanakan selama tiga hari,pengetesan do’a-do’a harian sampai praktek wudlu dan sholat di bombing oleh ustadz dan ustadzah di pondok.
Keesokan harinya di lanjutkan dengan acara yang di buat oleh panitia kakak kelas 6 yaitu khutbatul Iftitah atau yang biasa di sebut dengan MOS kegiatan ini berlangsung sampai satu minggu penuh.
Santri baru dari beberapa kamarpun di kumpulkan di mushola untuk membagi kelompok secara acak, nama kelompok di tentukan dengan nama pahlawan di Indonesia dan aku masuk di kelompok kartini,permainan pertama yaitu tebak gaya kakak panitia bertuas memperagakan  gerakan dan peserta lomba mertugas untuk menebak apa yang di peragakan,dan lomba-lomba lainya sepetri pukul air,makan krupuk,balap karung,dan masih banyak lagi,sampai di akhir kegiatan KI di hibur dengan NOBAR (nonton bareng)santri-santri di kumpulkan di mushola.
Benar Benar menjadi pengalaman pertama yang tak kan kulupakan ,santri tidak hanya mengaji,santri bisa belajar organisasi,bela diri,berseni,dan berkolaborasi seni.santri belajar di manapun dengan siapapun.