Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban Adakan REKOMPETA

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban Adakan REKOMPETA
Tuban tidak tidur. Di tengah-tengah hiruk pikuk aktivitas rakyatnya dalam mengais rejeki, masih ada secercah harapan untuk menjadikan Tuban sebagai kota budaya jika kita mau menilik sedikit ke belakang_dimana banyak sekali kesimpang-siuran sejarah yang masih berjalan di masyarakat. Tentu itu kurang baik bagi peradaban dunia. Namun justru disitulah celah bagi putra putri tuban, khususnya yang giat dalam bidang literasi untuk menggali sedalam-dalamnya kebenaran akan cerita dari mulut ke mulut yang selama ini beredar, sebut saja cerita tentang Ronggolawe, Sunan Bonang, Sunan Kali Jaga ( Raden Said) yang bila kita membaca atau mendengar dari orang akan muncul berbagai macam versi yang berbeda. Tentu ini berbanding lurus dengan apa yang dilakukan oleh dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban yang secara terus menerus memberikan wadah bagi para pegiat literasinya salah satunya adalah REKOMPETA.
Rembuk Komunitas Pegiat Perpustakaan Kabupaten Tuban

Hari ini 9 Desember 2019 Perpusda Kabupaten Tuban mengadakan satu acara kecil dengan tema REKOMPETA yang nantinya bisa menjadi peletup bagi pegiat perpustakaan. REKOMPETA sendiri adalah singkatan dari Rembuk Komunitas Pegiat Perpustakaan dengan slogan literasi berbasis inklusi sosial untuk masyarakat. Sebagai langkah awal perpusda masih menyaring berbagai usulan dari para peserta yang mungkin selama ini menjadi penyebab mandeknya rencana yang telah mereka buat sebelumnya.

Peserta dibebaskan untuk mengajukan usulan sebebas-bebasnya agar tidak ada lagi dusta diantara kita, hehehe,.. (guyoh, mbah dhe) agar kedepannya literasi di kabupaten Tuban semakin baik dan berkembang pesat tidak hanya dilakui oleh komunitas-komunitas pegiatnya saja, namun lebih umum agar seluruh masyarakat tuban memiliki budaya cinta membaca, cinta menulis, yang nantinya akan terbit ribuan, bahkan jutaan buku dari anak anak Tuban.

Banyak sekali usulan saat itu, mulai dari komunitas Plumpang, Komunitas Kali Kening Bangilan, sampai Kak Arum si Ratu dongeng yang bwru saja menjadi juara nasional.

Usulan usulan yang muncul dalam REKOMPETA Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban itu antara lain:

1. Diharapkan perpusda bisa menyerap buku karya dari masing-masing komunitas kepenulisan se Tuban
2. Antologi cerita rakyat karena dana kurang maka cetakan minim jadi belum bisa menyebar luas ke sekolah di Tuban.
3. Ensiklopedi budaya Tuban
4. Library award indikator nya kalau bisa di tingkatkan tidak sekedar pada peminjam atau pengunjung paling sering, akan tetapi output apa yang bisa dihasilkan
5. Ikatan guru penulis Tuban mengajak 270 guru dan yang sudah menghasilkan karya ada 37 guru.
6. 27 judul sudah diserahkan ke perpusda
7. Akan ada kelas menulis guru pada tgl 15 Des yang disupport exon mobile dan wajib menghasilkan buku dalam sebulan setelah sebulan.
8. Punya legal formal komunitas (di SK kan)
9. penghargaan penyumbang buku terbanyak.
10. Pameran komunitas di alun2 ( ada stand untuk setiap komunitas di Tuban).

Itulah sebagian kecil usulan yang bisa admin serap yang sebenarnya masih banyak sekali usulan lain yang tentunya sudah ditulis oleh pihak penyelenggara. Dan semoga ini tidak hanya sebagai acara formalitas saja, namun lebih dari itu ada tindakan lanjut serius demi terwujudnya slogan yang mereka buat sendiri.

Semoga oret-oretan kecil ini ikut membantu pembaca yang budiman untuk lebih giat membaca dan menulis, dan tahu bagaimana harus mendistribusikan tulisan agar tidak hilang sia-sia. Karena tulisan yang terdokumentasikan dengan baik dan benar akan mampu menjadi bukti sejarah. Manusia bisa mati, tapi tulisan akan kekal abadi.

Posting Komentar

1 Komentar