Korelasi Berbagai Pihak Hindarkan Penyimpangan Pendidikan

Bloklimasatu.com - Dewasa ini kita sering disajikan dengan pemberitaan yang sering mencoreng dunia pendidikan, baik yang berasal dari ulah oknum guru, oknum siswa, maupun oknum orang tua. Dimana kita sering mendengar atau melihat berita di media adanya praktisi pendidikan di Indonesia yang harus tersangkut hukum; guru yang memukul siswa, siswa menganiaya guru, atau bahkan orang tua siswa yang turut terjun dalam urusan anaknya dalam ruang lingkup kegiatan belajar dan mengajar (KBM).

Sebelum terlalu jauh membahas penyimpangan-penyimpangan yang terjadi di dunia pendidikan, mari kita mengerti dulu apa sebenarnya definisi pendidikan, dan mari kita awali dari kata pembelajaran. Dalam hal ini saya ingin membaginya menjadi dua bagian saja, yaitu pengajaran dan pendidikan berdasarkan opini pribadi saya yang mungkin bila dijabarkan akan menjadi sangat banyak dan panjang.

Pengajaran adalah proses dimana guru menyampaikan ilmu pengetahuan sesuai penguasaannya dengan persiapan dan perangkat pembelajaran yang mendukung. Guru harus benar-benar memastikan bahwa ilmu pengetahuan atau pelajaran yang disampaikannya bisa sampai kepada anak dengan baik. Selembihnya bila anak diberi sebuah tugas yang berkenaan dengan apa yang telah disampaikan atau diajarkan mesti bisa menjawab berdasarkan apa yang telah disampaikan sebelumnya.

Sedangkan Pendidikan adalah proses dimana disamping guru menempa anak dengan ilmu pengetahuan yang baik dan benar, ia juga mesti tahu bagaimana mempola cara berfikir anak yang masih kurang benar supaya bisa menerka maksud dari apa yang telah disampaikannya. Diluar itu guru juga mesti bisa membimbing dan mengkorelasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Memantaunya dan memberikan pendekatan secraa lahir dan batin baik secara formal maupun non-formal untuk menghasilkan masa depan bangsa yang brilian.

Dari apa yang telah saya paparkan diatas mungkin akan banyak sekali kesepakatan maupun perdebatan dari pembaca; itu wajar. Setiap manusia telah dibekali dengan pendidikan dan pengajaran yang secara otomatis telah ditempakan kepadanya sejak ia mulai menghirup udara dunia, khususnya dari orang-orang terdekatnya; bisa orang tuanya, kakek, nenek, saudara, atau siapapun yang telah mendapat amanat mengurusnya sejak kecil.

Nah, oleh karena itu ketika ada penyimpangan-penyimpangan pendidikan, tidak bisa serta merta melempar kesalahan kepada satu pihak, banyak faktor yang mempengaruhinya dan mesti mengerti pentingnya pendidikan dan apa fungsi pendidikan itu sendiri, diantaranya:

1. Guru
Bisa karena guru yang kurang memiliki kemampuan dalam mendidik dan mengajar. Dalam hal ini profesi yang sedang ditekuninya tidak berawal atau didasarkan dari panggilan jiwa, dan keahlian yang tepat, melainkan disebabkan karena faktor susahnya cari pekerjaan dan guru adalah hal yang paling mudah menjadi sebuah profesi. Atau bisa jadi karena tuntutan keluarga yang mana secara turun temurun keluarga sudah menjalani profesi ini. atau mungkin bisa disebabkan hal lain.

2. Orang Tua
Bisa jadi karena orang tua yang tidak mau tahu dengan urusan anaknya di lingkup pembelajarannya; tidak memberikan biaya yang cukup atau bahkan orang tua yang taunya hanya anaknya sudah dibekali dengan biaya yang melimpah atau bahkan terkesan mewah. Terlepas dari fakor biaya, bisa jadi kurangnya pengetahuan orang tua yang kurang dengan apa itu pembelajaran. Untuk menjadi orang tua yang baik, tentu banyak hal yang mesti diketahui. Karena kehadiran seorang anak adalah ujian. Dia bisa menjadi surga bagi orang tuanya, bisa juga menjadi penghambat untuk menuju surga bagi orang tuanya.

3. Pemerintah
Bisa jadi pemerintah yang kurang menyeluruh dalam melakukan angket untuk menepapkan sebuah peraturan dan kurikulum pendidikan. Sehingga ketika peraturan atau kurikum itu ditetapkan, banyak sekolah kurang bisa mengikuti. Dari situ tentu akan ada yang dikorbankan.

4. Lingkungan
Bisa jadi lingkungan yang kurang mendukung terhadap tumbuh kembang seorang anak yang dimulai dengan pendidikan anak usia dini. Dalam hal ini orang tua memiliki peran yang sangat penting. Kerena ketika anak sudah terlanjur berbaur dengan lingkungan yang kurang baik, baik dari usia maupun mileu yang tidak sesuai, maka akan lebih sulit untuk memperbaikinya. Sebagimana sebuah ungkapan yang mengatakan menjaga itu lebih baik daripada mengobati. Jadi tidak ada salahnya orang tua atau orang yang dipercaya mengemban amanah mengurus anak untuk membatasi ruang sosialnya; tentu dengan memberikan pengertian yang yang mudah diterimanya.

Ibarat anak adalah kertas putih bersih, orang tua adalah penanya. Akan digambarkan atau dituliskan apa diatasnya, tergantung bagaimana orang tua mengarahkan dan memberi pengetahuan sejak dini. Bagaimana mencarikan guru yang sesuai dengan kerangka yang ia siapkan. Bagaimana menyesuaikan dengan peraturan pemerintah yang ada, bahkan mengarahkan dengan lingkungan dimana anak tinggal. Dan inilah yang dimaksud dengan pendidikan karakter.

Semoga kita selalu diberi petunjuk untuk membimbing anak-anak menjadi insan kamil yang sesuai dengan arahan agama dan bangsa. Dan sebagai muslim yang baik tentunya saya secara pribadi ignin memberikan pendidikan agama islam yang matang sebagai belak untuk hidup di masa mendatang, pun dengan kepercayaan dan agama lain. Bila ada tulisan yang kurang baik dan benar dari tulisan saya mohon dibenarkan dan mari didiskusikan dengan baik dan benar pula.

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
© Copyright 2018 Bloklimasatu - All Rights Reserved - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger