Aneka Rasa di Tahun Baru

Bloklimasatu.com - Perayaan tahun baru di indonesia adalah bergantinya tahun dari tahun yang lama menjadi tahun yang baru. Pada umunya momen ini dirayakan dengan berbagai macam acara dengan aneka ragam kemeriahannya, dimana puncak acaranya adalah tepat pada pukul 00.01 pada bulan Januari yang identik dengan peniupan terompet dan penyalaan kembang api.

Namun ada sebagian orang yang menganggap proses malam tahun baru tidak seharusnya dirayakan dengan ramai-ramai di pusat kota, atau berfoya-foya menghabiskan uang untuk hal yang kurang ada manfaatnya, selain kesenangan hati. Kelompok ini lebih mengedepankan untuk menjadikannya sebagai muhasabah dan mendekatkan diri kepada Tuban Yang Maha Kuasa.

Sebagai makhluk sosial tentunya kita harus bisa saling mengerti kondisi masing, sekali lagi SALING. Dengan kata lain yang merayakan dengan terompet dan kembang api tidak melulu harus minta dimengerti, pun dengan yang tidak menggunakannya mesti minta dipahami dengan alasan kebisingan.

Meski begitu ada sebagian orang yang memilih tetap menjalankan rutinitas dengan perasaan yang berrvariasi. Sebut saja Ikal hidayat yang merasa belum merasa sah tahun baru yang sebenarnya karena belum mendapatkan kalender baru di tahun yang baru. Atau yang seperti disamapiakan NNH yang masih mempertanyakan kata Happy New Year, Happy yang seperti apa sih? karena baginya sama saja. Atau yang seperti yang disampaikan Nura, Gadis perantauan yang jauh dari keluarga dan kekasih. karena demi menghargai kekasihnya yang tidak keluar di malam tahun baru, iapun memilih untuk bertapa di kost dan menikmati kesendiriannya. 

Dari sekian banyak ungkapan rasa di tahun baru, ada satu yang cukup mengulik perasaan saya, yaitu teman dari Blora yang lebih mengajak pada hal istimewa menurut saya, Saya menyebutnya Ustadz Abudul Shomat pribadi saya, karena setiap pertanyaan yang saya ajukan mampu dia jawab. Pada akhir bulan Desember dia mengajak "dari pada memkasa untuk tidak tidur selama setahun, ngopi selama setahun, apa tidak lebih baik digunakan menghatamkan Al-Qur`an selama setahun". Dan pada awal Januari tahun ini dia lebih mengajak untuk berpuasa selama 3 hari karena bertepatan dengan tanggal-tanggal bulan purnama, terlebih bila dilihat dari sejarah perayaan tahun baru itu sendiri.

Apapun dan bagaimanapun cara merayakan tahun itu hak untuk setiap orang, mau bakar jagung, bakar ikan, ayam, bakar kembang api, bakar kenangan bersama mantan atau jenis-jenis melekan lainnya selama masih ada perasaan untuk takut mengganggu kenyamanan orang lain tentu kegiatan tersebut tidak akan dilakukan berlebihan. Tetaplah pada melaju pada jalur yang benar, agar kita selalu pantas untuk disebut sebagai makhluk sosial dan makhluk Tuhan.

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
© Copyright 2018 Bloklimasatu - All Rights Reserved - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger