Wisata Tuban: Kali Kening Trip to Bukit Trantang, Surga Paralayang

Bloklimasatu.com - Istirahatlah Kali Kening. Mungkin itu isyarat kata yang tersirat dari terakhir kami bertemu di cafe bang Iwan. Entah sudah berapa lama kami tak bertatap muka untuk tertawa, berdebat, atau sekedar menghayal dan bermimpi. Berhayal akan kejayaan kerajaan Kali Kening di masa mendatang seperti yang dikisahkan Rohmad Sholihin, atau bermimpi buku-buku yang kami terbitkan menjadi best seller di toko-toko buku, ataupun menjadi dasar pembuatan film seperti yang saya pribadi impikan, semoga.



Meski kajian atau kegiatan bersama sudah terasa lama tak diadakan; karena biasanya dua minggu sekali, dan ini sudah hampir 1 bulan lebih, tapi komunikasi lewat media sosial atau empat, enam, delapan mata masih sering terjalin. Terbukti toko Gravika punya mas Kafabih masih ramai dikunjungi para jomblo yang sekarang mengaku sudah tak jomblo lagi, meski kenyataannya tak ada chat dengan nama gender lain, dan jok belakang motor terduduki makhluk bermata lentik. (maaf untuk para pengaku, haha)

And finally  hari ini tersiar kabar gembira dari lurah K3 bahwa tidak lama lagi Komunitas Kali Kening akan membuat acara outdoor. Acara ini diberi tema KALI KENING TRIP, dimana Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban yang menjadi destinasi, tepatnya di Bukit Trantang. Saya pribadi belum pernah ke sana, dari apa yang saya dengar dan lihat di internet sepertinya menarik untuk ditelisik. Dan akan lucu rasanya bila sudah berwisata ke luar kota atau luar negeri, sementara wisata di kota sendiri terabaikan.

Acara yang rencananya akan dihelat tanggal 31 Desember 2017 ini akan dimulai dari rumah mbak Linda sekitar pukul 08.00 yang dilanjutkan dengan tadabbur alam menuju hutan Tawun yang diperkiran 45-50 menit sudah sampai tujuan.  Tidak ada persiapan khusus, hanya nasi jagung berbungkus daun jati, sambel teri, kerupuk, fisik yang sehat, dan tentunya doa. Semoga rencana indah ini mendapatkan ridho dan pertolongan dari Yang Maha Kuasa, Amin.

Sesampainya ditempat tujuan, rasa kagum menghinggapi perasaan masing masing dari kami. Selama bertahun tahun hidup sebagai warga Tuban, ternyata ada tempat seindah ini yang bisa sebagai surga paralat=yangnya warga Tuban. Mungkin tidak bisa disejajarkan dengan paralayang batu, paralayang bogor, ataupun paralayang Majalengka, tapi setidaknya ada kebanggaan sendiri bagi saya khusus sebagai warga tuban. Tidak ada tiker masuk sebagaimana harga tiket masuk paralayang batu atau yang lainnya. semuanya masih serba gratis. Jadi tidak ada alasan bagi kamu untuk tidak mengunjungi tempat yang indah ini bila kamu ingin melihat langsung keindahan alam Tuban dari udara dengan mata telanjang.

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments
© Copyright 2018 Bloklimasatu - All Rights Reserved - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger