Festival Kali Kening 2017

Bloklimasatu.com - Baru kemarin rasanya Rahmad Shalihin membarakan Sambong Mundri dengan orasi budayanya, mbak Linda dengan puisinya yang berapi-api, alunan nada-nada turut menyanyikan pembentukan komunitas yang dihadiri hanya beberapa gelintir anak manusia di bawah pohon kepoh desa Sambong lombok dalam Lounching Komunitas Kali Kening saat itu.




Dengan membawa misi menggerakkan literasi di sepanjang aliran kali kening yang membelah dari ujung Kecamatan Jatirogo sampai Kecamatan Parengan kurang lebihnya, Komunitas Kali Kening yang biasa disingkat dengan K3 punya keinginan besar untuk penerus bangsa di selatan kabupaten Tuban terhadap literasi sebagaimana motto yang mereka usung yaitu, Membaca Setabah Bebatuan, Berpikir Sejernih Air, dan Berkarya Sederas Arus.

Satu tahun sudah berlalu, dan perlahan banyak masyarakat yang mulai tergugah dan mulai tahu apa itu Komunitas Kali Kening, pun tertarik untuk bergabung di dalamnya. Tak kurang 15 buku sudah lahir dari anggota komunitas yang akan di launching pada puncak acara nanti. Meski dengan latar belakang yang berbeda-beda, komunitas yang digawangi oleh Ikal Hidayat Noor ini mampu berkembang pesat melebihi ekspektasi.

Tak hanya karya berupa tulisan, kegiatan sosial dan pelatihan-pelatihanpun terlaksana dengan sukses. Sebut saja Kajian Budaya dan Jurnalistik, ataupuan bagi takjil di bulan Ramadhan kemairn. 

Sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan, pada tanggal 16 September 2017 komunitas dengan 3 maskotnya, Linda "Eutanasia",  Rahmat Shalihin "Rindu Itu Berganti Hujan", dan Joyo Juwoto "Dalang Kentrung Terakhir", akan menyelenggarakan kenduri bertema Festival Kali Kening 2017



Setelah pada tanggal 10 September lalu mereka sukses dengan mengawalinya dengan Klinik Menulis yang diikuti oleh siswa dari tingkat SMP, MTs, SMA, MA, SMK, dan umum. Tak kurang dari 50 peserta hadir dan mengikuti rentetan acara dari jam 8 pagi sampai jam 2 siang dengan serisu, namun tetap santai, karena dimentori oleh Cerpenis handal, Umar Afiq.

Pada 16 September nanti acara akan lebih variatif, dan tentunya akan sangat sayang bila dilewatkan. Karena pada jam 08-00 sampai 12.00 WIB peserta sudah disuguhi dengan Seminar Motivasi Menulis yang dipandu langsung oleh Hiday Nur, Amrullah Ali Moebin, dan tentunya Joyo Juwoto. dimana orang-orang ini sudah sangat ahli dibidangnya. Andapun bisa juga bisa membeli buku-buku yang telah terbit, ataupun memesannya pada saat itu juga.

Tidak hanya samapi disitu, selepas makan siang, peserta akan ditempa dengan ilmu dan pengalaman yang luar biasa oleh orang yang luar biasa, Soesilo Toer, Ph.D, M. Sc yang merupakan adik dari Pramoedya Ananta Toer dengan tema Menulis Sebagai Jalan Hidup.

Sekejappun anda tidak akan rela meninggalkan Pendopo Kecamatan Bangilan, karena pada malam harinya anda akan dihibur dengan sajian Malam Puisi dan Musik yang diramaikan oleh TTG (Tuthak Tuthuk Gathuk), RnF Band, dan persembahan dari komunitas literasi Tuban dan Bojonegoro.