BLANTERVIO102

8 Jam 5 Hari Saja Kok Mengeluh

8 Jam 5 Hari Saja Kok Mengeluh
Wednesday, June 14, 2017


Bloklimasatu.com - Pagi ini hati saya serasa ada badai petir, gempa, dan sunami yang datang silih berganti. Ada emosi yang tertahan dan memang saya paksa untuk saya tahan. Bagaimana tidak, sebuah pemikiran yang sudah hampir menjadi keyakinan saya selama ini terkoyak habis melaui sebuah perbincangan singkat yang berawal dari sebuah status di akun facebook seorang teman.

Sekilas memang tidak ada yang istimewa dari statusnya. Yang hanya meminta pendapat tentang kondisi saat dimana seorang guru diwajibkan mengajar 8 jam selama 5 hari. Awalnya saya menanggapi santai dengan mengingatkan bagaimana dulu dia diajar oleh seorang guru yang datang pagi pulang menjelang sore dan tidak ada masalah berarti atau menjadi halangan bagi siswa untuk bernakal ria.

Pertikaian dalama hati saya mulai sengit ketika ada beberapa teman yang berprofesi sebagai guru yang menolak sistem tersebut dengan berbagai alasan. Dan alasan ini bukanlah alasan klasik menurut saya ini adalah alasan baru. Karena ketika masih menjadi siswa ataupun awal mengajar saya tidak pernah mendengar keluh kesah semacam ini. Dimana ekonomi atau keuangan menjadi alasan dasar untuk menolak wacana tersebut.

Disini saya akan mengawali bagaimana dulu teman-teman seangkatan ataupun kakak dan adik kelas ditempa dengan pendidikan yang begitu keras. 10 pelajaran dalam sehari semalam yang ditutut dengan materi hafalan dan peraturan yang ketat dan terkesan keras. Semua bisa terlewati dengan sempurna dengan wisuda di akhir masa pendidikan.

Yang jadi masalah bukan bagaimana sistem itu diterap untuk dilanggar, tapi bagaimana sistem itu diterapkan untuk terus diawasi dan dikembangkan.

Selama 12 tahun saya menempuh pendidikan bukan berarti tidak ada masalah sama sekali. Bagaimana rasa sakit dipukul karena tidak bisa menjawab pertanyaan guru, telat masuk sekolah, ataupun telat bangun pagi, seakan sudah menjadi jaminan setiap hari. Dan pada kenyataannya cerita lucu yang akan terkesan sadis bila diterapkan pada anak sekarang, dulu hanya menjadi ajang catur antar pengurus, guru dengan siswa yang "nakal.

Rasa sakit karena pukulan, hanya menjadi bahan guyonan sesama teman, tidak menjadi sebuah dendam atau sampai menjalar sampai ke pihak yang berwenang yang dalam hal ini adalah kepolisian. Kenapa terjadi pergeseran proses pendidikan dari dulu yang sudah sakral, disiplin dan tertata baik, menjadi cengeng, manja dan kekanak-kanakan? Jawannya adalah karena gurunya. Karena gurunya hanya memikirkan dirinya sendiri, gurunya hanya memikirkan bagaimana hari ini saya mengajar dan nanti pulang bisa bertemu keluarga kemudian bulan depan gajian. Bukan memikirkan bagaimana anak didik saya yang A ini kesulitan menerka pelajaran dan yang B begitu mudah menerimannya sementara mereka dalam satu jenjang, dan apa faktor yang melatar belakanginya. Termasuk memikirkan apakah pelajaran yang saya berikan sudah bisa diterima murid dengan baik, dipelajari dirumah dan besok ketika saatnya anak-anak siap menjawab pertanyaan saya.

Tentu tidak sebatas bagaimana tuntutan dan hukuman itu diberikan, tapi lebih kepada bagaimana sebuah yayasan, sekolah, atau instansi pendidikan lain tidak hanya mengajar muridnya saja dengan pelajaran dari buku, tapi guru harus ditempa dengan pengetahuan yang unggul untuk tidak hanya mengajar mengajarkan ilmu lahir saja, tapi juga ilmu batin yang dalam hal ini adalah akhlak.

Akhlah adalah sebagai kontrol hati untuk tidak berfikir dan bertindak melebihi kapasitas yang ditentukan Tuhan, sementara ketentuan Tuhan tidak pernah bersilang dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

Dari akhlak yang dipupukkan, ditempakan, dan dijadikan mendarah mendaging ke dalam lubuk sanubari guru dan siswa, serta ditunjang dengan sistem mengajar yang baik, pendidikan akan berjalan dengan baik pula dan menghasilkan kader-kader bangsa yang brilian dan bisa diandalkan.

Nah, ketika semua pikiran dan tenaga sudah dicurahkan untuk pendidikan dengan ikhlas, hukuman yang diberikan, akan diterima dengan legowo oleh siswa, nasihat yang diberikan akan sangat mudah diterima dan diamalkan oleh siswa. Dan saat itulah, gaji, tunjangan kesehatan, tunjangan hari tua, dan tunjangan-tunjangan yang lain layak untuk diterima tanpa harus menuntut.

Lalu apakah sistem yang diterapkan pemerintah salah? Tentu saja tidak. Karena sistem pendidikan dibuat dengan pemikiran yang dalam dan matang serta melalui perdebatan yang alot. Dan apakah salah guru yang merasa keberatan dengan beban dan tuntutan yang ada? Ya, salah. Karena pendidikan bukanlah pekerjaan, pendidikan bukanlah bisnis yang bisa dihitung sehari dapat berapa dan dikalikan 1 bulan dapat berapa, tapi pendidikan adalah mempersiapkan generasi penerus yang akan membawa kemana bangsa ini nantinya. Yang akan menyelamatkan kita dimasa mendatang bila pendidikan yang diberikan oleh guru itu benar, dan akan menyulitkan dan menghancurkan kita di masa mendatang bila pendidikan yang kita berikan salah.

Inna fii aydiikum amrol ummati wa fi iqdaamikum hayaatahaa.

Wallhu a`lam bisshawab.
Share This Article :
Blok 51

Let`s Be Friend

TAMBAHKAN KOMENTAR

menurut saya bukan menambah lama jam belajar untuk memperbaiki pendidikan di indonesia, tetapi memfokuskan siswa mau masuk di bidang apa.

Balas

tpi menurut ku sih 8 jam terlalu lama dan selama 8 jam itu para pelajar di suruh untuk fokus dan itu menurut ku susah

Balas

Belajar itu harus happy gan. Kalau sekitarnya 8 jam bs dibuat happy.. Monggo

Balas

klu sy sih lebih suka sekolah 5 hari

Balas

Sekolah 9 Jam, pulang sekolah ngaret di sekolah dulu, pulang istirahat -> ngoding -> PR. Tapi dibawa enjoy aja, kalo libur lupain dh sekolah :v

Balas

Masuk pondok pesantren aja gan kayak ane... Mantab

Balas

pondok pesanntren emang keren gan.
Salut ane ama penerapan pendidikan yang ada.

Balas

Nah, dibawa enjoy aja gan. Siswanya aja enjoy kok yan lain pada ribut.. :)

Balas

emg bagi sebagian orang susah. tapi krn belum terbiasa dan dijalani. kalau sudah terbiasa mah aman n enjoy2 aja mas... :)

Balas

Sebenarnya belajar 8 jam adlah bukan hal mudah gan.namun memang di perlukan mengigat anak2 sekarang perlu pendidikan yang lebih ketat.

Balas

kalo menurut saya pribadi 8 jam itu salah, tapi ya lebih baik 8 jam mengingat anak-anak jaman skrg lebih banyak menggunakan waktunya untuk hal yang tidak berguna, lebih parah lagi banyak yang menggunakan waktunya untuk hal hal negatif

Balas

kalo soal belajar 8jam sih gx, masalahnya cuma dikeluarinnya telat jadi pelajarnya langsung takut bisa dibilang kaget nerima sekolah 8jam/hari dijepang juga sebenernya udah nerapin lebih lama dan alhasil negerinya maju bener dibanding negara" lain kan !!!

Balas

Di Indonesia masih banyak orang yang gak sekolah, oleh sebab itu beberapa orang iri kepada yang gak sekolh karena mereka terlihat bebas (tanpa waktu) padahal seharusnya sebaliknya.

Balas

mau belajar sampai berapa jam pun kalo siswa ngga ada niatan ya bercuma :/

Balas

sebenernya yang bikin lama itu cara gurunya mengajar .. coba kalau asik dan menghibur jadi gak bosen ..

Balas

kalo menurut gua 8 jam itu kelamaan gan soalnya dapat menimbulkan rasa bosan dan membuat murid malas sekolah sebagai pelajar.

Balas

Masuk pondok pesantrena aja kayaknya... gimana?

Balas

cuman lama lama di skola bosen

Balas

menurutku semua yg di berikan dri pemerintah itu yg baik

Balas

menurut aku kelamaan apalagi jika mapel nya MTK gaes :V

Balas

Kalau menurut saya 8 jam itu kurang efektif karena biasanya semakin siang itu siswanya udah pada lelah alhasil materi yang masuk ke kepala jadi sedikit

Balas

kalo menurut aku sebagai pelajar merasa keberatan dengan sistem tersebut. Karena waktu untuk mengerjakan hobi jadi sangat2 berkurang, selain itu abis pulang sekolah ada les lagi pada malamnya, belum lg harus mengerjakan PR untuk besok, jam tidur berkurang apalagi tidur siang sudah tidak bisa lagi selama hari sekolah. FIX saya KEBERATAN :)

Balas

ada bagusnya , ada jeleknya juga . kasian tapi juga bikin pinter

Balas
5658470314006534179