Gerimis Cahayaku


Kau tak terbayang
Kau mengintai di balik tiang
Kau datang
Kau menghantui

Derap – derap semut dan kecoa
Deru roda menggelinding penat
Baris – baris kata tertulis indah
Sejuk

Membuka harap
Aku terperana
Sepanjang jalan itu
Pohon – pohon kering rindang

Menasbihkanmu seiring berkas senyum yang terbanyang
Aku bahagia
Kau layaknya bayangan cahaya dari muka
Menggenderangkan jantung layaknya di medan perang

Kau hampiri aku
Kau ulurkan selendang surga
Simpul itu ku jadikan pati
Dan di atas lantai delapan itu

Senja mengecupmu diantara kilauan cahaya

Related Posts

4 comments

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter