Dari Bangilan Untuk Indonesia Bersama Blogger Jatim Di Pendopo Bojonegoro


Bloklimasatu.com - Kopda blogger. Kalimat ini sudah sangat kental di telinga saya. Tapi entah alasan apa dari beberapa undangan belum ada yang sempat saya datangi. Entah karena alasan kendaraan, cuaca, atau bahkan kondisi fisik yang kurang memungkinkan. Namun kali ini beda, begitu membaca info dari group whatsapp Blogger Tuban yang memebritahukan bahwa akan ada Kopdar Blogger Jatim di Bojonegro, ada dorongan yang sangat kuat dari hati terdalam untuk datang.

Tanpa tunggu lama, link dari whatsapp pun saya arahkan ke laptop untuk lebih memperjelas info yang dibutuhkan. Dan seperti yang saya harapkan, pendaftaran hanya lewat online dan tidak rumit. Ada rasa lega setelah mendaftar, namun ada ketar-ketir juga melihat peserta yang dibatasi hanya 50 orang saja.



 Satu dua hari tidak ada balasan. Dan saya putuskan untuk mencari aktifitas  lain. Karena untuk acara sebesar ini dengan kuota peserta yang terbatas dua hari sudah sangat lama untuk memberikan konfirmasi. Tapi diluar prediksi saya, tepat jam 22.30 hari sabtu di saat saya sedang persiapan untuk perjalanan ke kota Kudus, ada rasa ingin membuka handphone yang biasanya memang saya abaikan, karena nada dering itu biasanya kalau tidak dari group whatsapp paling juga dari promosi operator. Ada sebuah sms dari nomor yang tidak saya kenal menyampaikan bahwa registrasi saya diterima dan harus mengkonfirmasi kedatangan dengan balasan YA.

Langsung saja saya hubungi Kafabih dan Adib. Karena mereka berdua adalah teman yang sedianya nanti berangkat bareng dari Bangilan ke Bojonegoro. Mungkin karena sudah tidur, paginya mereka baru membalas di saat saya sudah perjalanan ke Kudus.  Namun bukan balasan yang saya harakan, karena mereka berdua tidak mendapatkan sms seperti yang saya terima.


Sepanjang perjalanan fikiran saya tidak tenang, memikirkan bagaimana perasaan mereka dan bagaimana saya harus berangkat sendiri. Akhrinya saya sms nomor call center yang disediakan untuk meninjau ulang pendafataran kedua teman saya ini. Agak lama juga ada respon, karena saat perjalanan pulang dari Kudus sekitar pukul 13.30 baru ada balasan dari whatsapp Terjadi beberapa tanya jawab yang akhirnya teman saya ini diterima. Ada hal unik dalam percakapan ini, karena nama call center yang tadinya saya kira laki-laki ternyata adalah sesosok perempuan cantik yang terlihat galau di konser Raisa.