Kucing Blogger Pencari Advertiser




Bloklimasatu.com - Sudah tiga malam ini tanpa terasa saya mendengar alarm ibu saya berbunyi, dan saya pun yang mematikannya. Karena biasanya saya sudah tertidur lelap dalam mimpi. Mungkin bagi para pembaca itu hal yang sangat wajar. Apalagi bagi seorang lajang yang sangat hobi menonton sepak bola, terlebih dua malam yang lalu terjadi rentetan pertandingan liga champion. Buat yang belum tahu, liga champion ada liga sepak bola di mana dipertemukan beberapa klub sepak bola dari dari masing-masing Negara eropa, pun liga tertinggi di Negara tersebut. Jadi liga ini menjadi pertemuan dan adu gengsi para jawara liga top eropa. Lah kok malah keluar topic judul gini?

Oke, kita kembali ke laptop. Mari kita ulik satu persatu secara rinci kenapa judul aneh dan lucu ini sampai terjadi.

Jadi selama kurang lebih seminggu belakangan ini gak tahu kenapa ada keinginan besara untuk menghidupkan kembali blog saya. Mulailah saya tulis-tulis apa yang terlintas dalam fikiran saya, sampai mencari kenalan dengan berselancar di berbagai sosmed seperti yang sudah kita bahas pada judul sebelum ini.

Nah, dari situlah saya mulai beritikad baik dan sedikit menyerah dengan keadaan yang ada. Menyerah? Ya, mungkin itulah jawaban terkonyol dalam karir hidup saya. Menyerah di sini bukan berarti pasrah tidak melakukan apa-apa. Tetapi menyerah pada takdir yang menggiring saya pada situasi ini. Situasi yang sangat bertolak belakang dengan latar belakang kehidupan saya.

Saya dilahirkan dari keluarga petani dan pedagang, dan selama 16 tahun saya mengenyam sekolah berbagis islam. Nah, untuk apa pula saya tulis panjang lebar riwayat pendidikan saya seperti ini? Nah disinilah letak pasrah saya. Mulai dari kecil saya belajar dilingkungan yang tergolong agamis, bahkan setelah lulus sekolah sayapun juga harus mengajar di sekolah agamis pula. Tapi justru ijasah S1 bidang agama saya serasa kurang singkron dengan yang saya alami. Kenapa? Karena di sekolah di mana saya lulus selama 6 tahun, bukan pelajaran agama dari sekolah maupun mata kuliah dari  yang saya ajarkan, tapi justru saya harus mengajar TIK. Ya, Teknologi Informasi dan Komunikasi. Sebuah mata pelajaran yang belum pernah saya dapatkan ketika saya sekolah maupun kuliah.

Apapun namanya, kehidupan di pesantren mengharuskan kita untuk berpedoman pada motto hidup di pesantren yang berbunyi “sam an wa thoatan”. Sebuah ideology yang menurut saya ideologi tingkat tinggi. Kita tidak dipaksa melakukannya, tetapi kita yang memaksa diri kita sendiri untuk melakukan apa yang menjadi kehendak sang pimpinan pesantren.

Tidak sampai disitu, usaha sampingan yang saya geluti pun bukan mengajar anak di musholla atau masjid. Atau membuat bimbel pelajaran-pelajaran agama. Tetapi jutru saya mengambil usaha sampingan bidang jasa pengetikan dan warnet. Sebuah usaha yang tidak terpikirkan saat pena bergerak bebas di bangku sekolah maupun kuliah.

Aduh, kok jadi nyasar makin jauh ya.

Baiklah, kita kembali ke judul awal. Nah, dari perselancaran selama kurang lebih tiga mala mini, terlepas dari apa yang saya bicarakan kemarin, diam-diam saya mencoba mengikuti apa yang dilakukan blogger lain. Mencoba belajar affiliasi, mapun publisher.

Pertama saya mencoba dari yang paling terkenal, yang namanya sudah sangat tidak asing bagi kebanyakan orang, ataupun saya sendiri dari dulu. Tapi sampai lima atau enam tahun ini belum juga sukses mendapatkannya. Ya, Google adsense.

Setelah saya browsing kemana-mana memang banyak yang mengalami seperti halnya saya, kesulitan. Tapi saya berusaha untuk tidak menyerah untuk yang kedua kalinya. Saya mencoba mencari penyedia-penyedia lainnya, dan sepertinya saya dimudahkan. Beberapa iklan berhasil berjalan, meski belum mengerti apakah itu menghasilkan uang atau tidak. Tapi yang penting iklan sudah bias berjalan di blog saya. Dan yang lebih penting lagi, tidak mengganggu terlalu banyak kinerja blog saya.

Sampailah pada pagi ini, dimana alarm hp ibu saya berbunyi untuk ke tiga kalinya, dan itu menandakan jam pukul 02.30 dini hari, dan ibu harus bangun melakukan aktifitas ibadahnya. Mungkin karena ketekunan saya dalam berbrowsing ria, atau mungkin keberuntungan saja, seperti kata beberapa teman di group facebook kemarin bahwa tidak ada teori pasti untuk berhasil diterima di google adsense. Dan pagi inipun saya mendapatkan email emas dari google adsense yang menyatakan bahwa pengajuan saya diterima. Alhamdulillah.

Rasanya ada kepuasan sendiri ketika hal yang saya inginkan dari dulu tidak bias diwujudkan, dan kebanyakan orang sulit memperolehnya, di pagi ini saya beruntung mendapatkan emailnya.

Dan perlu pembaca ketahui, bahwa selama beberapa mala mini Cuma kucing kecil ini yang menemani saya. Meskipun dia tidur, tapi dia tidak beranjak dari depan saya. Karena kalau tidak tidur, mungkin saya tidak bias menulis sepanjang ini. Karena pasti dia akan ikut melakukan apa yang dilakukan oleh tangan saya.

Mungkin bias ditiru buat temen-temen yang ingin mendaftar ke google adsense, atau sudah lama tapi belum diterima, coba minta ditemani kucing, atau hewan peliharaan kesayangannya. Siapa tahu bias beruntung. CMIIW.