BLANTERVIO102

Rindu Kakek

Rindu Kakek
Monday, August 1, 2016




Bloklimasatu.com - Hamparan cahaya kuning keputihan menyibak gemerlap hiasan langit. Dua ibu muda menggendong anak mereka dipinggang sebelah kiri sambil tangan kanannya sesekali mengayuhkan sabitnya ke segerombolan rumput yang masih sangat lezat bila dimasak asem-asem dirumah nanti.

Mereka tidak hanya sekedar mengais segenggam rumput atau mengajak anak mereka bermain, tapi lebih kepada hidmat kepada suami, kepada keluarga demi keberlangsungan hidup mereka.

Dari kejauhan tampak anak ingusan berlarian diantara gerombolan sapi dan kambing yang sedang menikmati rerumputan di jalalan desa yang menghubungkan dari satu desa dengan desa yang lain, atau sekedar sebagai sarana transportasi kendaraan ketika para petani memanen tanaman mereka.

Anak ingusan yang terkadang merasa iri dengan kondisi dirinya. Yang tak mendapat tugas dari orang tuanya untuk mengais rumput, atau menggembala kambing atapun hewan ternak lainnya.

Bukan tanpa alasan semua itu terjaid padanya, semua itu didasari oleh rasa sayang seorang kakek yang mengahalangi masa kecilnya bermain, bergaul bebas dengan teman-teman sebayanya.

Secara perlahan rasa jenuh akan ketidak bebasannya terusik, kala teman-teman sebayanya asyik dengan permainan gempolo, karet, kartu, gobak sodor, ataupun permainan-permainan khas anak desa lainnya. Ia mulai keluar dari zona nyamannya, iapun mulai mengikuti semua permainan itu, dan hasilnyapun tidak mngecewakan.

Hari demi hari rasa permainan bebas yang dulu sangat ia dambakan itu mulai membosankan dan mengalirkannya kembali akan perhatian yang diberikan oleh sang kakek yang sangat ia sayangi. Rindu akan ajakan jalan-jalan ke rumah saudara-saudaranya, sahabat-sahabat karibnya, atau sekedar diboncengkan untuk menonton jalannya kereta api setiap pukul 6.30 pagi.

Layaknya anak kecil yang belum begitu faham apa arti perasaan, iapun datang kepada sang kakek dan mengajaknya untuk jalan-jalan, dan gayungpun bersambut, sambil memeluknya erat sang kakek menjanjikan akan mengajaknya dolan ke rumah salah satu temannya di desa Ngepon. kebahagiaan tak mampu disembunyikan dari raut wajah Ian dan kakeknya.
Share This Article :
Bloklimasatu

Let`s Be Friend

TAMBAHKAN KOMENTAR

Bagus ceritanya,, baca ini jadi kangen kakek, thanks gan untuk ceritanya​...

Balas

Saya jga jdi rindu kakek nih, nice storynya gan

Balas

Kisah yang bagus tentang kakek :') Lanjutkan lagi buat cerita gininya gan, bagus ceritanya

Balas

baca cerita diatas ane jadi ikutan sedih

Balas
5658470314006534179