Pembodohan Yang Mengakar


Bloklimasatu.com - 350 tahun. Bukan waktu yang sebentar untuk merubah jiwa, kepribadian orang-orang pribumi. 

Jiwa pribumi yang seperti apa sebelum 350 tahun itu, yang seperti sekarangkah
Jika ada yang berkoar "itu bukan Indonesia", "Kita yang Indonesia", atau "Inilah Indoensia" Indonesia yang manakah? 
Atau sudah berbalik 180 derajat kepribadiannya.


Jangan kesitu, gak baik.
Awas, kalau gak kasih dikasih makan, nanti bisa kuwalat.
Jangan dipotong pohonnya, nanti yang nunggu marah.
Siapa yang melakukan ini?

...... awas dan jangan jangan yang lain...
Orang tua ke anak kita, kakek kek ayah kita, ayahnya kakek ke kakek kita, dan seterusnya dan seterusnya.

Atau memang sudah tercetak di otak dan fikiran manusia bahwa orang tua pasti melakukan itu kepada anaknya?

Atau hanya akal-akalan orang tua saja?
Ataukan itu pelajaran dan pendidikan yang diterapkan selama 350 tahun itu?
Sejak anak mulai bisa berjalan, bahkan bukan berjalan, dalma kandunganpun, anak-anak sudah diberi ultimatum oleh ayah dan ibunya, mungkin juga kakek dan neneknya.

Jika usia kita sekarang 20 tahun, maka sudah 20 tahun lebih kita ditakut-takuti.
Dan saat memiliki anakpun nantinya itu akan tertular secara tidak langsung.
Perilaku TAKUT-MENAKUTI yang diturun temurunkan dan sudah menjadi sebuah system.
Bukankah 350 Tahun itu sudah berlalu? Ataukan 350 tahun itu sudah merubah begitu banyak merubah system dan otak dna pola fikir manusia?

Semoga tak ada KOMPENI KOMPENI PRIBUMI.
System yang diwariskan oleh KOMPENI. Sebuah nama yang diidentikkan dengan orang-orang belanda yang suka menindas dan mendikte dengan kekerasan dan kelicikan.
Sudah terlalu lama kita diikat, dicekik, disadak, digantung, DITAKUT-TAKUTI.
_CMIIW_