Gotong Royong Warga Dukuh Ngrayung Dalam Qurban Idul Adha - Blok 51

Breaking

Friday, September 1, 2017

Gotong Royong Warga Dukuh Ngrayung Dalam Qurban Idul Adha

Gotong-Royong-Warga-Dukuh-Ngrayung-Bangilan-Dalam-Qurban-Idul-Adha


Takbir menggema dari berbagai sudut kecamatan Bangilan malam tadi. Tak sedikit diiringi dengan alunan alat-alat musik sederhana seperti bedug, kentongan, bahkan sampai perabot rumah tangga. Semua itu dilakukan tidak lain hanya untuk memeriahkan pesta Qurban dalam rangka Idul Adha kali ini.

Pengeras suara dari musholla maupun masjid sempat berhenti sejenak ketika menjelang pukul 23.00 wib, dengan tujuan menghormati warga yang tidak melaksanakan Idul adha maupun warga muslim yang ingin istirahat. 03.00 wib gema takbir sayup-sayup mulai terdengar kembali dari satu sudut desa dan diikuti desa-desa lain sampai tiba saat sholat Idhul Adha.

Pagi tadi saya, keluarga dan teman menjalankan sholat ied di masjid besar Al-falah kecamatan Bangilan yang dimulai sekitar pukul 07.00 wib. Sholat Ied sendiri dipimpin oleh Imam K.H. Yunan Jauhar yang merupakan direktur Ponpes Assalam Bangilan dan dilanjutkan pula dengan khutbah oleh beliau.

Gotong-Royong-Warga-Dukuh-Ngrayung-Bangilan-Dalam-Qurban-Idul-Adha


Dalam khutbahnya, sang kyai muda ini menyampaikan bahwa di dunia yang semakin cepat dan modern ini, semua pihak harus mengambil peran penting dalam kemajuan bangsa. khusunya dalam menjaga generasi muda dari hal-hal negatif yang dapat merusak masa depan. Dalam khutbahnya pula Ustadz yang merupakan lulusan PM. Gontor ini mengajak hadirin untuk bersikap dewasa dalam menyikapi kehidupan sehari sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Ismail dalam menjawab mimpi ayahnya, Nabi Ibrohim.

Selesaia sholat Ied tak lupa sungkeman dulu sama orang tua dan dilanjutkan sarapan bersama. Meski sederhana, suasana ini terasa nikmat. Memang tak ada nikmat yang terasa lebih nikmat selain setelah kita menahannya, Puasa beberapa hari sebelumnya.

Gotong-Royong-Warga-Dukuh-Ngrayung-Bangilan-Dalam-Qurban-Idul-Adha


Kebetulan depan rumah adalah musholla kampung dengan nama Musholla At-Taubah sedang mengadakan prosesi penyembelihan hewan qurban oleh warga yang tidak mau disebutkna namanya. Ada suasana mengharu dalam acacra ini. Dimana setiap warga datang berduyun untuk ambil peran. mulai dari anak-anak yang sudah siap sedia mengantar daging qurban, pemudanya yang menguliti dan membersihkan hewan setelah disembelih, orang-orang tua yang menimbang dan mengatur pembagian daging, begitupun dengan ibu-ibu dan remaja putri yang sudah dari malam mempersiapkan bumbu untuk memasak kambing dari aqiqoh seorang warga.

Semua lelah bercampur, tinggal istirahatnya agar bangun nanti sudah dalam kondisi sehat dan siap menyantap daging kambing yang sudah dibikin lezat oleh emak dan bapak.

42 comments:

  1. uptodate banget informasinya
    dan kompak sekali

    ReplyDelete
  2. bukan main solidaritas dan gotong royongnya.. inilah hidup bermasyarakat seshungguhnya

    ReplyDelete
  3. Makan sate yang banyak mas. Hehehe gotong royong nya patut ditiru

    ReplyDelete
  4. Gotong royong bisa mempererat tali silaturahmi, salut.

    ReplyDelete
  5. wih solidaritas tinggi nih, keren :D

    ReplyDelete
  6. Budaya gotong royong masih di laksanakn oleh masyarakat dan menjdi ciri khas budaya indonesia... semangat gan

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah masih ada budaya gotong royong semoga gk hilang budaya satu itu... 😁

    ReplyDelete
  8. meriah sekali di dukuh ngrayung, punya saya ga semeriah itu

    ReplyDelete
  9. Waduuh hebat sekali warganya,malah di rt saya gak sekompak itu

    ReplyDelete
  10. Mantap banget warganya asik nih pada solid kalo aja di rt ane kek gini pasti seru

    ReplyDelete
  11. Kompak sekali warganya,inilah solidaritas yang sesungguhnya coba ditempat saya warganya seperti itu juga

    ReplyDelete
  12. wahh bakar-bakar sate ya gan ??? indah nya kebersamaan

    ReplyDelete
  13. budaya yang sudah jarang di kalangan anak muda sekarang gotong royong, nice info gan

    ReplyDelete
  14. kek dikampung saya gan (y) gotong royong lebih diutamakan

    ReplyDelete
  15. Biasanya didesa2 masih kental budaya gotong royong nya, dibandingkan di kota yg g begitu terlihat

    ReplyDelete
  16. moment yang selalu ditunggu kalau lebaran idul adha ya kyak gni nie

    ReplyDelete
  17. Kompakk bangett bree.. salutt dah. :D

    ReplyDelete
  18. Tetap semangat dan di jaga terus kekompakan nya

    ReplyDelete
  19. enaknya tinggal dikampung mah gini. masih kompak haha

    ReplyDelete
  20. Paling enak klo nyate bareng.... Hemsss

    ReplyDelete
  21. Alhamdulillah desa ane tunggal warga, juga sama gan, sama sama kuat solidaritasnya, apalagi idul adha ini hanya 1 tahun sekali, jadi ane turut ikut serta menyembelih :) . nice artikel gan

    ReplyDelete
  22. keren gan, masyarakan moderen masih mempertahankan agama.

    ReplyDelete
  23. Kebahagiaan di hari raya idul adha sangat lengkap ya, suara takbir yang terdengar membuat hati sejuk, kebersamaan mengelola hewan kurban dg semangat gotong royong, rasa peduli kian tumbuh dg berbagi daging kurban, semua sbg wujud syukur kpd Allah dan semua berbahagia
    subhanallah

    ReplyDelete
  24. Idul adha memang saat yg pas untuk melestarikan budaya gotong royong

    Allahuakbar

    ReplyDelete
  25. Indonesia 😊😊 begitu indah

    ReplyDelete
  26. Kenapa di lingkungan qne gak ada ya..??

    ReplyDelete
  27. lihat gini jadi kangen jaman kecil, dulu liat sembelihan kambing di lapangan, abis itu main bola... heheheh

    ReplyDelete
  28. Bercerai kita runtuh, bersatu kita nyate :D

    ReplyDelete

loading...
Atas